C. Kebutuhan Mendasar Saat Ini
1) Bibit unggul. Untuk kelinci pedaging jenis new Zealand dan Flemish giant dan jenis kelinci lain sangat mendesak. Lebih utama kalau kita mendapatkan bibit unggul langsung dari peternakan kelinci di Amerika, atau Inggris.
Hal ini diperlukan supaya ada peremajaan induk dan dari sisi jenis tetap terjaga sehingga para peternak bisa memilih keturunannya secara lebih mudah. Jika ada sebuah peternakan untuk Induk barangkali akan menjadi sentra indukan yang paling terkemuka saat ini dan itu sangat bermanfaat bagi keberlangsungan peternak lain. Keuntungan dalam hal ini sangat tinggi dan sangat potensial. Berhubung mengelola bibit sangat butuh ilmu dan pengalaman yang baik maka disarankan agar dikelola oleh peternak yang sudah handal. Soal keuntungan bisa dibaca di buku Ternak Uang.
Masih terkait dengan potensi induk, seyogianya rintisan awal peternak memperhatikan induk yang baik (sekalipun tidak impor). Hasil studi penulis di beberapa daerah di Jawa Barat, keturunan yang kurang baik sangat mempengaruhi tingkat produktivitas, jenis dan kualitas daging. Karena itulah konsep leader yang saya bicarakan di atas tersebut sangat berkaitan dengan kepemimpinan dalam induk berkualitas; sebab hal ini akan terkait dengan kemajuan peternakan di sekitar kita.
Pemilihan bibit sangat tergantung dengan keinginan dan kemampuan modal dari peternak, namun secara garis besar bibit yang dipelihara peternak biasanya berdasarkan pada jenis, umur, bentuk luar tubuh, daya pertumbuhan dan temperamen/sifat dari ternak kelinci.
Dalam pemilihan bibit / bakalan diusahakan dengan mempertimbangkan bibit kelinci yang mempunyai riwayat kesehatan yang jelas, kalau perlu riwayat induknya harus diketahui, terutama penyakit yang pernah diindapnya apakah membahayakan, usia ternak kelinci yang masih muda (bukan anakan atau remaja) dan bagian bagian / organ tubuh, serta pertumbuhan kelamin normal dan tidak mandul.
Umur kelinci dapat dilihat dari panjang dan warna kuku, semakin panjang kukunya, berarti semakin tua usianya, begitu juga warna, semakin warna gelap dan tebal, berarti semakin tua. Kemudian mata semakin sipintdi pangkal, juga makin tua, serta posisi perut, semakin tua usia kelinci, semakin turun perutnya.
Untuk riwayat kesehatan kelinci, usahakan minta catatan / recording ternaknya pada peternak, jenis obat yang telah diberikan, jenis penyakit yang pernah di idapnya dan bila perlu tahu riwayat kesehatan induknya. Kondisi kelinci harus tegap, kuat, kotoran normal (tidak kecil), punggung tegak bengkokan dan jangan diambil kalau ada gejala penebalan bulu (gimbal). Ingat puting kelinci normal adalah delapan, serta bulu kaki menutupi kuku
Mata kelinci yang sehat adalah mata bulat dan bersinar, tidak berair dan jarang berkedip. Bila tidur posisi miring. Jangan memilih kelinci yang ekor dan anusnya kotor (walau dibersihkan oleh si empunya, pasti masih kelihatan), dan jangan mengambil kelinci yang suka malas berdiri, bulu rontok (kecuali indukan, kadang bisa rontok karena perubahan hormon), dan usahakan mengambil kelinci dari penangkaran. Pilihlah kelinci yang bertemperamen rendah, tidak galak.
Tidak kalah pentingnya, jangan percaya omongan penjual, sehingga kami sarankan bila cari bibit kelinci ke penangkar saja, jelas riwayat dan recordingnya jelas.
2) Investasi. Indonesia masih terbilang miskin stok kelinci. Satu sebab karena pemerintah belum memberikan insentif yang serius. Pemerintah setiap tahun mengimpor bibit sapi dan domba, tetapi tak pernah terdengar kabar mengimpor bibit kelinci. Kita hanya mendengar pada tahun 1980 Presiden Soeharto mencarikan bantuan bibit kelinci unggul kepada para peternak kelinci di kawasan Setiabudi melalui usaha loby Ma’mur Suriaatmadja. Tetapi kalau berharap pada pemerintah terlalu lama, sebaiknya memang peranan investasi swasta dengan modal besar sangat dibutuhkan. Induk berkualitas sangat baik untuk melebarkan sayap peternakan kelinci di berbagai daerah. Investasi bibit unggul ini selain paling menguntungkan untuk saat ini (lihat potensi peluang usaha bibit unggul di Buku Ternak Uang), juga sangat bermanfaat bagi peternak lain supaya mereka mendapatkan bibit unggul yang baik. Karena itu saya menyarankan secara terbuka pihak swasta bermodal besar untuk investasi secepatnya kepada peternak handal.
Banyak para investor atau yang punya dana untuk menginvestasikan dananya untuk beternak yang menghasilkan, diantaranya mereka ingin berinvestasi pada peternak kelinci dengan bagi hasil. Sebaliknya, para peternak kelinci selalu ingin ternak cepat menghasilkan, yaitu dengan menjual anakan kelinci yang masih muda, karena sangat menguntungkan, tetapi dilain pihak, peternak tidak bisa mengembangkan kelinci karena generasi penerusnya telah dijual.
Secara bisnis dan peluang, peternak berpeluang untuk mengembangkan ternak kelincinya dengan cara menerima tawaran investasi dari investor. Memang logika ini masuk akal dan rasional. Namun sebenarnya kita menerima investor untuk menanamkan dananya pada ternak kelinci membuat kita sibuk, banyak pikiran, kemrungsung (Jw) sehingga mengganggu ternak kelincinya.
Banyak para peternak sebelum diberikan pinjaman atau bekerjasama dengan investor kelincinya dapat berkembang biak dan maju, namun setelah mendapatkan pinjaman atau mengelola dengan dana orang lain justu ternak kelinci menjadi surut atau banyak kendala, misalnya banyaknya penyakit yang menyerang, kematian tinggi terutama pada brindil.
Apa penyebabnya? Sangat mudah, karena setelah diberikan pinjaman atau bekerjasama dengan investor, kita merasa terbebani, merasa besalah bila tidak berhasil, merasa bingung bila ketemu dengan penyandang dana. Inilah yang menjadi penyebab utama.
Tapi semuanya kami serahkan pada saudara. Percaya atau tidak, silahkan untuk membuktikan. Lalu bagaimana cara membesarkan usaha peternakannya? Lakukan hal-hal dibawa ini :
1. Jangan menjual anakan kelinci untuk anakan yang ke 3, ke 4, ke 5 dan ke 6, ke 7
2. Silahkan anakan pertama, kedua dan anakan yang lebih dari ke tujuh untuk dijual
3. Besarkan anak kelinci hingga umur enam bulan, untuk yang jantan, tukarkanlah kepada teman peternak anda (fungsi kelompok sangat bemanfaat)
4. Carilah bibit unggul dari peternak yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mengapa untuk bibit harus dari keturunan ke 3,4,5,6,7? Karena anakan yang pertama dan kedua biasanya induknya kurang berpengalaman, sehingga anak-anaknya banyak yang kurang terurus dengan baik oleh induknya. Bila anakan ke 3-7 biasanya induk sudah berpengalaman mengasuh anaknya, otomatis kualitas anak untuk dijadikan induk juga matang. Tapi ada peternak yang anak pertama juga dijadikan induk, toh bisa juga. Tapi disarankan setelah anakan kedua saja, karena dari pengalaman para breeder, itu yang paling bagus.
Dengan demikian, maka ternak saudara akan berkembang dalam waktu tahun pertama dan tahun kedua